Menu Utama
Umum

Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2022

Administrator Web
30 April 2022
24 Dilihat
Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2022
SEJARAH MAY DAY – 1 MEI Setiap tanggal 1 Mei, kita merayakan hari buruh. Tentu, tanggal ini tidak dipilih secara tiba-tiba. Terdapat sejarah mengenai hari buruh nasional maupun internasional sebelum hari ini dirayakan tiap tahunnya. Di Amerika Serikat sejak abad ke-19, banyak perusahaan yang memaksa buruh bekerja selama  14 hingga 18 jam dalam sehari dan bekerja di bawah tekanan perusahaan.Hal ini memicu buruh mengajukan kesejahteraan  melalui perhimpunan buruh  atau serikat buruh. Pada tanggal 1 Mei 1886, puluhan ribu buruh di Amerika Serikat melakukan pemogokan bersama dengan anak-anak serta istri mereka.Massa buruh yang berawal dari ribuan orang, menyusut hingga tinggal ratusan orang .Polisi yang berjumlah 180 datang untuk membubarkan aksi. Saat orator terakhir akan turun dari mimbar, sebuah bom meledak di barisan polisi. Pelaku pengeboman ini belum jelas. Akan tetapi, terjadi peristiwa berdarah di sejarah hari buruh. Delapan tokoh yang dianggap bersalah dituntut dengan tuduhan pembunuhan berencana dan divonis hukuman mati. Tragedi ini memicu simpati dari berbagai kalangan di dunia. Pada akhirnya, saat Kongres Sosialis Internasional II di Paris 3 tahun kemudian, terjadi peristiwa bersejarah untuk hari buruh. Tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur untuk buruh, sehingga buruh boleh tidak masuk kerja untuk merayakannya dan tetap dibayar. SEJARAH MAY DAY – 1 MEI di INDONESIA A. Era Kolonial Hindia Belanda Sejarah hari buruh di Indonesia dimulai pada era kolonial Hindia Belanda. Peringatan ini dimulai dari 1 Mei 1918 oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee. Aksi ini berawal dari tulisan Adolf Baars, seorang tokoh sosialis Belanda. Baars mengkritik harga sewa tanah milik kaum buruh yang terlalu murah untuk dijadikan perkebunan. Selain itu, Baars mengungkapkan bahwa kaum buruh bekerja keras tanpa upah yang layak. Ia juga memprotes sistem kepemilikan pabrik gula di Jawa B. Era kemerdekaan Pada 1 Mei 1946, Kabinet Sjahrir membolehkan perayaan hari buruh Sesuia dengan  UU No 12 tahun 1948, buruh boleh tidak bekerja ketika tanggal 1 Mei .Pada 19 Mei 1948, ribuan petani dan buruh mogok untuk menuntut pembayaran upah yang telah tertunda. Aksi ini juga memicu aksi-aksi lainnya. Pemogokan buruh berhenti setelah Perdana Menteri Mohammad Hatta mengadakan pertemuan dengan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) pada 14 Juli 1948. Dua tahun setelahnya, pada 1950, buruh kembali menuntut haknya, yaitu Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah mengeluarkan Peraturan Kekuasaan Militer Pusat Nomor 1 Tahun 1951, yang menjadi awal keterlibatan militer dalam isu perburuhan. C. Masa Orde Baru Perayaan hari buruh dilarang karena identik dengan aktivitas dan paham komunis. Pada tahun 1960, istilah buruh juga diganti dengan istilah karyawan di masa ini. D. Masa Reformasi BJ Habibie sebagai presiden pertama di Era  reformasi melakukan ratifikasi konvensi ILO Nomor 81 tentang kebebasan berserikat buruh. Pada 1 Mei 2013, terjadi peristiwa sejarah hari buruh yang penting di Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan hari buruh sebagai hari libur nasional. Dari tahun ke tahun, 1 Mei selalu menjadi ajang buruh untuk menuntut hak-haknya, mulai dari upah yang pembayarannya tertunda, jam kerja dan upah yang layak, hakcuti hamil, cuti haid hingga Tunjangan Hari Raya (THR) yang bisa kita nikmati hingga saat ini.
Kategori: Umum
Bagikan: